Apa itu Margin Call dan Bagaimana Menghindarinya?

Investasi merupakan salah satu cara untuk meraih kemapanan finansial di masa depan. Pasalnya, investasi tersebut dapat memberikan imbal hasil berdasarkan instrumen yang dijalankan.

Namun, imbal hasil investasi bisa mengalami penurunan ataupun kenaikan sesuai margin call. Bagi para investor pemula, margin call adalah hal yang harus diwaspadai. Hal itu karena margin call dapat mengakibatkan penanam modal merugi dalam sekejap.

Ingin tahu lebih banyak tentang margin call? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Dalam trading forex, trader berpengalaman pasti mengetahui istilah margin call. Istilah ini merupakan momok menakutkan dan sangat dihindari bagi setiap trader. Tak jarang yang menyebutkan bahwa margin call adalah malaikat maut dalam trading.

Sebenarnya apa margin call itu? Mengapa istilah ini sangat dihindari oleh setiap trader? Nah, bagi Anda yang baru terjun ke dalam dunia trading dan sedang mencari informasi mengenai margin call, tenang saja! Di bawah ini akan dijelaskan mengenai margin call dan penyebab-penyebabnya. Yuk simak!

Pengertian Margin Call

Sebelum memahami margin call, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi mengenai margin. Margin adalah jumlah dana yang diperlukan untuk mempertahankan posisi trading agar tetap terbuka. Nah, ketika margin yang Anda miliki ini sudah tidak cukup, maka Anda mendapatkan pemberitahuan margin call.

Jadi, margin call adalah sistem peringatan yang menunjukkan bahwa dana akun trading sudah tidak mencukupi untuk membuka posisi. Trader yang mendapatkan pemberitahuan margin call akan diperintahkan untuk menambah deposit dana.

Jika trader tersebut tidak menyetorkan dananya kembali, maka posisi trading akan ditutup paksa oleh broker. Dalam kondisi ini, maka akun sudah tidak dapat digunakan karena saldo habis, bahkan bisa menjadi minus.

Jika saldo trader tersebut sudah minus, maka trader tersebut berarti memiliki utang dengan broker. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih broker forex yang memberikan layanan penutupan otomatis jika saldo sudah hampir menyentuh margin call.

Tentunya, layanan ini berbeda-beda. Ada broker yang memberi peringatan margin call ketika mencapai batas 100 persen dari margin requirement, ada yang ketika baru mencapai batas 40 persen dari margin requirement sudah mendapat margin call, dan lain-lain. Jadi, penting untuk mengetahui tentang batas margin call ini.

Penyebab Margin Call

Margin call terjadi karena kecerobohan trader dalam menganalisis pasar dan juga kurangnya antisipasi trader dalam menangani hal-hal yang terjadi di luar prediksi. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa penyebab terjadinya margin call, yaitu:

  1. Terlalu Banyak Membuka Posisi Trading

Seorang yang membuka banyak posisi dalam trading sangat berisiko terkena margin call. Perlu diketahui, trading dengan jumlah lot yang besar memang memberikan potensi keuntungan yang sangat besar. Akan tetapi juga dapat memberikan kerugian yang besar pula. Oleh karena itu, sangat penting untuk bijak mengambil keputusan berdasarkan perhitungan yang matang.

  1. Tidak Pasang Stop Loss

Stop loss adalah fitur yang sangat berguna dalam trading. Seorang trader yang tidak memasang stop loss secara langsung membiarkan kerugiannya terus menghabisi margin yang tersedia secara perlahan dan akhirnya mencapai margin call. Oleh karena itu sangat penting untuk memasang stop loss untuk meminimalisir kerugian

  1. Deposit Minimal

Tanpa disadari, deposit minimal juga merupakan kasus yang paling sering. Banyak broker forex yang mengizinkan trader untuk trading dengan nilai deposit yang minimal. Hal ini sebenarnya sangat berbahaya karena dapat dengan mudah terkena margin call. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan dana lebih. Sisihkanlah dana yang memang merupakan dana untuk investasi di forex

  1. Tidak bisa mengatur emosi

Seringkali seseorang trader yang sudah menerapkan sistem stop loss justru mengabaikannya. Seorang trader yang mencapai toleransi kerugiannya dalam sehari justru terbawa emosi untuk terus open posisi.

Trading yang terbawa emosi ini hanya mengakibatkan kerugian yang terus-menerus hingga akhirnya terkena margin call. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengelola emosi ketika trading dan disiplin terhadap manajemen risiko yang sudah direncanakan.

Bagaimana Cara Menghindari Margin Call?

  • Jangan terlalu memaksakan akun trading Anda. Kurangi leverage efektif Anda.
  • Lakukan manajemen risiko yang bijaksana dengan membatasi kerugian Anda dengan menggunakan stop loss.
  • Pertahankan jumlah margin bebas yang sehat pada akun Anda agar transaksi terus berjalan.
  • Transaksikan besaran margin dan leverage yang lebih kecil dan dekati setiap transaksi hanya satu dari seribu perdagangan kecil yang tidak signifikan.

Nah itulah pembahasan mengenai margin call. Margin call tidak begitu menyeramkan jika kita bisa mencegahnya dengan perhitungan dan analisis yang baik. Salah satu cara untuk menghindari margin call dalam trading online adalah dengan menggunakan robot trading emas ATG 5.0

ATG 5.0 adalah salah satu robot trading autopilot terbaik saat ini, dimana hanya trading khusus untuk pair XAU/USD dan mempunyai stop loss maksimal 3% perhari. Daftar sekarang dan raihlah tambahan penghasilan dalam dunia trading online bersama ATG Community.